Rektor IAIN Takengon Harus Ambil Tindakan Jangan Tambah Persoalan

Takengon (15/06/2020) – Ketua Dema IAIN Takengon tahun 2019 Romadani yang sudah dinyatakan Demisioner, angkat bicara terkait polemik Kampus di masa Pandemi covid-19, Minggu (14/6/2020).

Romadani menyatakan bahwa berdasarkan dari kebijakan Kampus IAIN Takengon, telah menetapkan agar mahasiswa melanjutkan kuliah secara Daring. Sistem belajar ini diberlakukan sejak aturan belajar dirumah berlaku di Indonesia pasca pandemi Covid mewabah di Indonesia. Persoalan muncul dengan pembayaran biaya kuliah yang tidak berubah, menjadikan mahasiswa dilema melanjutkan kuliah.

Bagaimana tidak dalam kondisi krisis ekonomi, harga kopi yang belum normal memaksakan mahasiswa untuk membayar secara normal, sedangkan mereka tidak menerima fasilitas yang seharusnya mereka dapatkan. Kondisi ekonomi orang tua mahasiswa sedang tidak baik-baik saja, sembako mahal sedangkan hasil petani seperti kopi dan cabe masih belum normal. Sementara kuota internet itu dibeli dan belinya pakai uang, bukan pakai sembako, ujar Roma.
Mantan Presma 2019 itu pun menilai bahwa situasi dan kondisi sudah berubah atau tidak normal, harusnya regulasi berubah berbentuk kasih sayang.

Menurutnya Rektor IAIN Takengon belum punya solusi terhadap persoalan ini, justru menambah persoalan baru. Rektor IAIN Takengon saat ini sibuk membahas pengembangan Kampus, penambahan lokasi area lahan kampus di Linge, Serule dan sekitarnya.

“Untuk saat ini, kampus di mulie jadi saja sudah cukup dengan jarak tempuh dan fasilitas yang harus memadai, mengingat jumlah mahasiswa yang masih sedikit, jangan buat persoalan baru, masa pandemi belum berakhir,” terang Roma.

Dalam hal ini Roma berharap agar Rektor IAIN Takengon mengambil sikap mengenai UKT Mahasihwa, jangan hanya diam dengan dalih mengikuti kebijakan nasional, jangan disamakan, karena ada kebijakan pusat dan ada juga kebijakan kampus yang bisa diambil oleh Rektor, papar mantan Ketua Dema IAIN Takengon dalam rilisnya kepada media. (Rel – Romadani)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*