KPM DI GAYO LUES, KETUA DEMA STAIN GP: TIDAK ADA MISTIS DI NEGERI 1000 HAFIDZ

TAKENGON (09-02-2020): Terkait Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Gajah Putih Takengon yang di laksanakan di Kabupaten Gayo Lues beredar pemberitaan bahwa mahasiswa takut melaksanakan KPM di kabupaten Gayo Lues karna ada mistis dayung, ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) klarifikasi hal tersebut pada hari Minggu, 09 Februari 2020.

Romadani sebagai ketua DEMA STAIN Gajah Putih Takengon mengatakan bahwa di zaman era modern ini sudah tidak ada lagi yang namanya mistis apalagi di negeri 1000 hafidz
“Terkait pemberitaan yang katanya mahasiswa takut mengabdi di gayo lues karna mistis itu sama sekali tidak benar, jangan sampai hal ini membuat kecewa masyarakat Gayo Lues atas kedatangan kami mengabdi di kabupaten tersebut saya ingin mengatakan bahwa tidak ada mistis di negeri 1000 hafidz” Ujar Roma

Selain ketua DEMA, Romadani merupakan termasuk salah satu peserta KPM tahun 2020 ini juga menambahkan, Gayo lues dan Aceh Tengah merupakan satu rumpun. Secara bahasa, adat dan budaya masih sama-sama orang Gayo.

“Kami tidak menemukan adanya garis perbedaan yang besar antara Gayo Lues dan Aceh Tengah, kerawang kita kerawang gayo, bahasa, adat, dan budaya juga Gayo, kita masih satu rumpun secara aktivitas masyarakat Aceh Tengah dan Gayo Lues itu juga tidak jauh berbeda” Tambahnya.

Menurut Roma, KPM Mahasiswa STAIN Gajah Putih Takengon ke Kabupaten Gayo Lues meruapakan pengharapan mahasiswa sendiri yang beberapa tahun sebelumnya bahwa lokasi KPM hanya di kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah lokasinya sangat dekat dengan tempat tinggal mereka sehingga mahasiswa berharap berbeda pada tahun 2020 ini bisa ke negeri 1000 hafidz tersebut. dan Gayo Lues merupakan pilihan kerjasama yang tepat sasaran dan ini menjadi harapan yang baik .

“Alhamdulillah tahun 2020 ini kami bisa mengabdi di gayo lues, daerah yang terkenal dengan negeri 1000 hafidz dan 1000 bukit dengan masyarakatnya terkenal ramah, adat budayanya yang masih original kami sangat senang dan antusias untuk berangkat ke kabupaten Gayo Lues, tentu kami juga harus memiliki program serta etika komunikasi yang baik terhadap masyarakat disana agar bisa menerima kedatangan kami dengan hati yang terbuka” tutup Roma

Laporan Romadani

Share

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*