[Feature] Suana Sore Dinegeri Hulu Mata Air

Oleh:

Yhakin Ruhdi

(Mahasiswa Semester VII Program Studi Komunikasi Dan Penyiaran Islam STAIN Gajah Putih Takengon)

Bintang nama yang indah diberikan leluhur untuk daerah diujung Danau Laut Tawar, sekilas ini seperti sebuah harapan dan doa dari para pemangku Negeri untuk anak cucu dan penerus tradisi seni dan kopi yang sudah tidak diragukan lagi.

Dengan dua akses jalan tepi danau dari pusat kota menuju negeri yang dikenal banyak melahirkan tokoh-tokoh elit dibumi Sultan Genali ini terus berkomitmen serta merawat keindahan dan tatanan tradisi, budaya, agama, dan bahasa.

Dengan waktu perjalanan 30-60 menit dari kota takengon kita dapat menginjakkan kaki dihulu mata air Danau Laut Tawar yang menjadi ikon dengan negeri yang dijuluki “Negeri di Atas Awan”, serta sepanjang jalan yang akan dilewati mata akan dimanjakan dengan luasnya hutan pinus serta dinginnya kota takengon dan menjadi akses paling dekat juga menuju negeri yang di juluki “Negeri 10001 kota Bintang”.

Setibanya di kota Bintang kita akan menikmati iringan petani kopi disore hari dan petani padi dari ladang dan kebun yang telah dimiliki dari leluhur dan diwariskan kepada anak cucu yang akan melanjutkan tradisi, terlebih itu kita juga akan disuguhkan dengan perbukitan yang menjulang tinggi berjejer serta lepas bibir pantai dan pemandangan kota Takengon dari kejauhan seolah olah sedang berada di Danau Toba dari kembaran danau ini dan ayunan dayung nelayan yang sedang mencari ikan untuk dicicipi anak serta istri dan sebagian akan dijual untuk masyrakat yang akan membeli dilepas bibir danau.

Terlebih melalui Dinas Pariwisata Aceh Tengah dan tangan dingin Bupati Aceh Tengah dibuatkan dermaga untuk menikmati Sunset dinegeri yang juga dijuluki Negeri 10001 kasih sayang itu yang akan menjadi tuan rumah MTQ 2020 sekabupaten Aceh Tengah yang akan dimulai oktober mendatang.

Dermaga dengan arsitektur klasik berpadu dengan bentuk Krawang Gayo sera dihiasi dengan paduan khas Gayo lain wisatawan dimanjakan dengan hamparan pantai diselimuti desiran ombak pantainya sambil mencicipi kopi serta mendalami sejarah dan tatanan bermasyrakat.

Terimakasih bagi yang sudah membaca semoga bermanfaat bagi kita semua.

Share

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*