Feature “Hitam Yang Candu”

Oleh :

Aldi Ihsan Gayo

(Mahasiswa Semester VII Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam STAIN Gajah Putih Takengon)

Aceh tengah, adalah salah satu kabupaten di provinsi Aceh, indonesia. Ibu kotanya adalah takengon, sebuah wilayah kecil yang berhawa sejuk yang membentang sepanjang pulau sumatra. Di takengon sendiri memiliki 14 kecamatan yang terdiri dari 295 desa.

Takengon sering dikatakan orang negeri sejuk Bagi wisatawan. Karena keasriannya pegunungan yang masih asli keberadaannya membuat hawa di sekitar terasa sangat sejuk. Di samping kesejukannya tentu ada pula yang menghangatkanya yaitu kopi.

Kopi merupakan mata penghasilan masyarakat takengon, hampa terasa tanpa minum secangkir kopi di pagi hari, banyak yang menikmati kopi mulai dari anak-anak sampai tua juga candu akan kopi . rasa yang khas saat tersentuh lidah membuat orang akan candu meminum kopi gayo.

Kopi kini juga sudah menjadi oleh-oleh bagi wisatawan yang berkunjung ke dataran tinggi tanoh gayo yang berhawa sejuk. Untuk mereka nikmati bersama keluarga. Setiap wisatawan yang hadir ke daerah sejuk ini, tentu mereka pasti akan mencicipi kopi hasil dari masyarakat gayo sendiri.

Banyak kalangan muda berkumpul sambil menikmati secangkir kopi bercerita atau pun diskusi. Baik pagi,siang,sore,dan malam hari banyak kalangan masyarakat yang mncicipi kopi di tambah lagi alunan musik yang kini ramai di pakai oleh kafe untuk menarik minat pelangannya.

Takengon berada di ketinggian 1200m dpl di atas permukaan laut. Dan sangat cocok bercocok tanam kopi. Kopi jenis arabica merupakan jenis paling diminati. Baik itu masyarakat lokal itu sendiri mauapun masyarakat luar. Jenis kopi tersebut untuk wilayah aceh tengah dan bener meriah luas areanya sekitar kurang lebih 100.000 hektar dan bisa menghasilkan kurang lebih 200.000 ton.

Dan menurut data dari Assosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) satu-satunya provinsi yang telah mengeskpor kopi organik adalah aceh ( khususnya dataran tinggi gayo).premium yang di peroleh kopi organik berkisar antara 50-70 persen, yang merupakan hasil presentasi tertinggi dari seluruh penghail kopi dunia. Hal ini akan membuat kopi organik terus di kenal kalangan luar dan bisa menambah omset pendapatan masyarakat meningkat.

Terima kasih bagi yang sudah membaca semoga bermanfaat bagi kita semua.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*