Dosen Pembimbing Jangan Mempersulit Mahasiswa

Skripsi merupakan sebuah karya ilmiah yang menjadi tugas akhir dan wajib di selesaikan oleh setiap Mahasiswa di manapun ia kuliah untuk mendapatkan gelar Sarjana. Dalam menyelesaikan tugas akhir yang biasanya dilakukan dengan melakukan penelitian ataupun kajian ini harus dibimbing oleh dua atau tiga orang Dosen untuk mengarahkan, membimbing, mengoreksi tugas Mahasiswa agar skripsi tersebut betul betul menjadi sebuah karya ilmiah.

Namun kerap kali terjadi dalam proses penyelesaian skripsi banyak rintangan yang harus dihadapi oleh Mahasiswa tingkat akhir ini. Mulai dari judul yang beberapa kali tidak Acc, sumber buku yang sulit, sampai permasalahan dengan Dosen Pembimbing.

Namun yang paling sering terjadi adalah masalah dengan Dosen Pembimbing. Masalah yang sering dihadapi terkait dengan Dosen Pembimbing ini diantaranya; sulitnya menemui dosen tersebut, Skripsi yang dibawa pulang hingga berminggu-minggu belum selesai diperiksa, alasan tidak mood (tidak enak perasaan) membimbing, hingga Dosen Pembimbing bak seorang raja yang harus dilayani, dirayu dan dibawa makanan agar dia mau membimbing skripsi Mahasiswa.
Disini penulis bukan ingin mencurahkan isi hati penulis terkait masalah bimbingan skripsi penulis. Karena saat ini penulis sendiri sudah menyelesaikan tugas skripsi dan Alhamdulillah diberikan Dosen Pembimbing yang memang betul membimbing dan mengarahkan sehingga penulis bisa cepat menyelesaikan tugas akhir ini dan target kuliah empat tahun pun tercapai.

Disini kamu hanya ingin menuangkan curhatan dan keluhan yang banyak dihadapi oleh rekan-rekan seperjuangan dengan kami terkait permasalah dengan Dosen Pembimbing yang semoga artikel ini dapat membantu untuk menyadarkan kita agar bisa saling tolong menolong.

Setelah kami pelajari tugas dari Dosen Pembimbing itu adalah Membimbing dan Mengarahkan Mahasiswa agar tugas akhir mereka betul betul ilmiah berdasarkan aturan yang telah ditetapkan, serta ditambah satu lagi sebagai evaluator atau yang mengevaluasi dan mengoreksi yang telah dikerjakan Mahasiswa dan mengarahkan Mahasiswa agar dapat memperbaiki jika ada kesalahan. Jadi tugas Dosen Pembimbing tidak ada untuk mempersulit.

Mungkin untuk membimbing, mengarahkan dan mengevaluasi kerja Mahasiswa telah dilakukan oleh setiap Dosen Pembimbing.Tapi terkadang dibalik semua itu banyak permasalahan-permasalahan yang harus dihadapi oleh Mahasiswa dan tidak sedikit menjadi beban bathin oleh Mahasiswa tersebut sampai-sampai ada yang harus berbaring dispringbed Rumah Sakit karena permasalahan ini.

Permasalahan yang sering terjadi seperti yang saya sebutkan di awal tadi. Pertama, banyak Mahasiswa yang mengeluh karena susah nya menjumpai Dosen Pembimbing mereka. Ada yang rela menunggu dari pagi ke siang dari siang ke sore dari sore ke besok, lusa, minggu depan bahkan mungkin bulan depan. Ada juga yang katanya pulang kampung sehingga proses bimbingan jadi terhambat. Kedua, banyak Dosen yang membawa skripsi Mahasiswa pulang kerumah dan akan dikembalikan seminggu yang akan datang. Namun setelah ditanya minggu selanjutnya ternyata masih belum diperiksa dan Mahasiswa harus sabar menunggu. Ketiga, banyak Dosen yang kehilangan mood dan dibawa ke Mahasiswa, “hari ini saya lagi gak mood, besok atau lusa saja datang lagi”. Masalah pribadi dosen jadi berefek untuk Mahasiswa. Keempat, Dosen bak Raja, sehingga ketika bimbingan harus bawak makanan, buah-buahan, kalau perlu apa yang diminta dan diperintahkan oleh Dosen harus dituruti.

Sehingga dari permasalahan-permasalahan tersebut banyak Mahasiswa kehilangan semangat dan berputus asa dan akhirnya kuliah yang sudah berjalan empat tahun berakhir sia-sia. Harapan orang tua melihat anak jadi sarjana jadi sia-sia.

Sebagai Mahasiswa kami tahu betul menjadi seorang Dosen itu ssangat sibuk sekali, harus mengajar, mengerjakan tugas lain dari kampus dan harus mengurus rumah tangga. Namun bisakah seorang Dosen menunjukan Keprofesionalannya dalam membimbing Mahasiswa.

Saya disini tidak berbicara dari segi Mahasiswa yang malas, karena memang penyebab terbesar Mahasiswa terlambat menyelesaikan studinya adalah karena kemalasannya. Saya juga tidak berbicara dari segi Mahasiswa yang bodoh yang lambat paham dengan penjelasan Dosen. Namun saya berbicara dari curhatan dan pengamatan saya terhadap teman teman saya yang saya lihat rajin melakukan bimbingan dan memiliki intelektual yang bagus tapi skripsi mereka tak pernah selesai.

Bukankah dari media banyak kita dengar kasus kasus yang serupa dan jadi penyebab kegagalan seorang Mahasiswa karena permasalahan ini. Seperti yang terjadi pada tahun 2016 yang lalu, Nanda Feriana seorang Mahasiswa salah satu Universitas di Kota Lhokseumawe mencurahkan isi hatinya di media gara gara Dosen Pembimbing nya yang mempersulit tugas akhir nya sehingga ia tidak bisa di wisuda dan akhirnya kasusnya hingga jatuh ke Pengadilan. Bukankah penyebab Mahasiswa membunuh Dosen nya di salah satu Universitas di Medan juga karena hal yang sama.

Itu semua karena keputusasaan Mahasiswa yang tak sanggup menghadapi Dosennya dan berakhir tragis. Dan apabila keimanan seorang tidak ada didalam dada mungkin hal tersebut bisa terjadi dimana saja.

Kepada yang terhormat Dosen Pembimbing marilah saling membantu. Bukankah ketika banyak Mahasiswa bimbingan kalian tepat waktu dalam mengikuti sidang dan menyelesaikan studinya tanda keberhasilan dari seorang Dosen Pembimbing. Namun ketika Mahasiswa yang bapak dan ibu bimbing terlambat menyelesaikan studinya apakah tidak menjadi sebuah pertanyaan?

Banyak hal yang mungkin harus dipertimbangkan, tidak semua orang memiliki ekonomi yang sama,kepintaran yang sama, dan semangat juang yang sama. Ketika Mahasiswa terlambat menyelesaikan studinya tentu biaya yang dikeluarkan akan bertambah. Ini akan menjadi beban bagi keluarga yang kurang mampu, yang seharusnya sudah bisa mencari kerja tapi sekarang masih sibuk mengurusi skripsi yang tak kunjung usai.

Bukankah kita sebagai manusia ingin selalu didoakan yang baik-baik. Namun ketika kita mempersulit orang lain mungkin orang tersebut akan mendoakan keburukan untuk kita. Ingatlah barang siapa yang memudahkan urusan orang lain maka Allah akan Mudahkan urusannya.

Artikel ini bertujuan agar kita dapat mengevaluasi diri, dan para pihak yang berwenang agar dapat menjadi bahan evaluasi untuk memajukan kampus yang lebih baik lagi n

Terkahir penulis memohon maaf apabila artikel ini menyakiti perasaan. Penulis tidak bermaksud menyinggung siapa pun. Bukankah tugas kita itu adalah saling mengingatkan untuk kebaikan.

Namun jika ada yang merasa sakit hati penulis mohon maaf. Artikel ini kami tulis atas curhatan dari teman teman kami yang kuliah di Aceh Tengah maupun yang kuliah diluar Aceh Tengah.

 

Penulis : Sahuri Ramadana

(Aktivis Mahasiswa/Penulis/Pimred LSN/Mahasiswa KPI STAIN Gajah Putih Takengon)

Share

1 Comment

  1. Bagaimana dengan mahasiswa yang setiap bimbingan sll memaksa dosen unt acc skripsi biar bisa sidang, pdhl setiap bimbingan apa yang sudah diarahkan tdk ada dirubah, skripsi yang dibawa juga hasil coretan kemarin yang di print ulang, dan bagaimana juga dgn mhsw yang mangdu domba sesama dosen pembimbing sampai ada konflik antar sesama dosen???

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*