[Artikel] Koherensi

Oleh:

Mahara Miko

(Mahasiswi Semester VI Program Studi Tadris Bahasa Inggris Institut Agama Islam Negeri Takengon)

Istilah ‘koherensi’ dianggap sebagai tautan dalam teks yang menghubungkan gagasan dan membuat aliran pemikiran menjadi bermakna dan jelas bagi pembaca. Menurut Halliday dan Hasan koherensi mengacu pada unsur-unsur internal teks yang terdiri dari kohesi dan daftar. Koherensi juga hubungan timbal balik yang serasi antar unsur dalam kalimat.

Koherensi merupakan hubungan perkaitan antarproposisi, tetapi perkaitan tersebut tidak secara eksplisit atau nyata dapat dilihat pada kalimat-kalimat yang mengungkapkannya.

Harimurti Kridalaksana mengemukakan bahwa hubungan koherensi wacana sebenarnya adalah hubungan semantis. Artinya, hubungan itu terjadi antarproposisi. Secara struktural, hubungan itu direpresentasikan oleh pertautan secara semantis antara kalimat (bagian) yang satu dengan kalimat lainnya.

Ada beberapa kaidah koherensi yaitu:
1. Koherensi sebab-akibat yang dinyatakan dengan kalimat pertama menyatakan sebab, sedangkan kalimat berikutnya menyatakan akibat.

Contohnya, Materi menulis slogan poster ini menurt pengamatan saya sebelumnya, siswa kurang mampu memindahkan ide dalam tlustrasi ke dalam sebuah kalimat slogan, demikian juga ketika harus membuat gambar yang sesuai dengan kalimat poster yang mereka telah buat.

Oleh karena itu maka kegiatan pembelajaran kali ini memaanfaatkan kekuatan media gambar melalui tayangan power point gambar-gambar slogan dan poster yang menarik.

2. Koherensi akibat-sebab dengan kalimat kedua menyatakan sebab/ tindakan yang dinyatakan pada kalimat pertama.

Contohnya, Rencana ke depan nanti, akan saya sampaikan terlebih dahulu untuk membawa teks iklan yang tidak terlalu besar, sehingga proses belajar mengajar sesuai dengan harapan dengan hasil yang lebih baik.

3. Pewujudan syarat-hasil dinyatakan dengan salah satu kalimat menyatakan syarat untuk tercapainya apa yang dinyatakan pada kalimat lainnya.

Contohnya, Tindak lanjut dari kegiatan pembelajaran hari ini adalah saya akan lebih sering memberi mereka tugas yang berupa literasi antara lain tugas membuat laporan agar nantinya mereka terbiasa membuat laporan, baik itu kelompok maupun individu. Dan mengupayakan agar mereka terbiasa mengambil kesimpulan dari setiap kegiatan yang dilakukan.

4. Pewujudan argumentatif (makna alasan) yang kalimat kedua menyatakan argumen (alasan) bagi pendapat yang dinyatakan pada kalimat pertama. Contohnya, Jam pertama saya mengajar di kelas VIIIC dengan materi menulis iklan, Slogan, dan poster. Dipertemuan ini hanya sebagian kecil siswa yang dapat menerima meteri ini dengan baik, saya beraggapan demikian karena masih banyak siswa yang tidak tepat cara penulisan iklannya terutama iklan baris dalam menulis singkatan.

Source :
1) Hasnah dan Muhammad Darwis dan Asriani, “Pewujudan Kohesi Dan Koherensi Pada Jurnal Refleksi Guru Bahasa Indonesia Smp Di Kabupaten Maros”. Jurnal Ilmu Budaya. Volume 6, Nomor 2, Desember 2018.
2) Muhammad Amin dan Syamsudin dan Sugit Zulianto, “ Kohesi Dan Koherensi Dalam Artikel Ilmiah Populer Radar Sulteng”. Bahasantodea, Volume 4 Nomor 3, Juli 2016
3) Pipit Olva Andayani dan I Ketut Seken dan Asril Marjohan, “An Analysis Of The Cohesion And Coherence Of The Students’ Narrative Writings In Smp Negeri 2 Banjar”. English Language Education Program Post Graduate Program of Ganesha University of Education Singaraja, Indonesia
4) Goziyah dan Harninda Rizka Insani, “Kohesi Dan Koherensi Dalam Koran Bisnis Indonesia Dengan Judul Kemenperin Jamin Serap Garam Rakyat”. Silampari Bisa, Vol. 1, No. 1, 2018
5) Gunawan Widiyanto, “Kohesi Dan Koherensi Sebagai Elemen Keberkelindanan Tekstual Menurut Pandangan Para Linguis”. Lingua Humania, Vol. 3, April 2017

Terimakasih bagi yang sudah membaca semoga bermanfaat bagi kita semua.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*