[Artikel] Bahasa Adalah Budaya Yang Sangat Penting

Oleh:

Elfi Mahbengi

(Mahasiswa Semester IV Program Studi Tadris Bahasa Inggris Institut Agama Islam Negeri Takengon)

Perlu kita ketahui bahwa kebudayaan adalah segala sesuatu baik itu aturan, etika, larangan, dan peraturan. Sesuatu yang diturunkan dari orang-orang yang terlebih dahulu juga disebut budaya, dan segala sesuatu yang disepakati adalah budaya.

Dan yang sangat kita perlu ketahui untuk khalayak ramai yaitu bahasa adalah budaya yang sangat penting. Ada beberapa alasan kenapa bahasa menjadi budaya yang sangat penting.

1. Agar tidak terjadi kesalah pahaman
2. Mempermudah menjalin hubungan bisnis
3. Membangun wawasan
4. Miscommunication
5. Culture shock

Budaya tidak dibatasi oleh ruang dan waktu, Bahasa sebagai alat komunikasi yang terdiri dari sistem lambang, yang dikomposisikan pada kerangka hubungan kelompok sosial, dapat berimbas pula pada struktur interaksi kebudayaan secara menyeluruh.

Antropolog Amerika Serikat Clifford Geertz dan Antropolog Perancis Claud Levi-Strauss sepakat mendefinisikan kebudayaan sebagai sebuah sistem struktur yang terdiri dari simbol-simbol, perlambang dan makna-makna yang dimiliki secara komunal atau bersama, yang dapat diidentifikasi, sekaligus bersifat public. Bukan hanya bahasa Indonesia yang perlu kita pahami bahasa asing juga sangat perlu kita pelajari supaya mudah berkomunikasi yang baik dengan orang lain. Dengan bahasa berbagai bahasa yang kita miliki kita bisa menggali sumber informasi yang kita inginkan dari orang lain baik itu pendidikan, ekonomi, politik, social.

Setiap bahasa pada dasarnya merupakan simbol jati diri penuturnya, begitu pula halnya dengan bahasa Indonesia juga merupakan simbol jati diri bangsa. Oleh karena itu, bahasa Indonesia harus senantiasa kita jaga, kita lestarikan, dan secara terus-menerus harus kita bina dan kita kembangkan agar tetap dapat memenuhi fungsinya sebagai sarana komunikasi modern yang mampu membedakan bangsa kita dari bangsa-bangsa lain di dunia. Lebih-lebih dalam era global seperti sekarang ini, jati diri suatu bangsa menjadi suatu hal yang amat penting untuk dipertahankan agar bangsa kita tetap dapat menunjukkan keberadaannya di antara bangsa lain di dunia. Namun, bagaimana kondisi kebahasaan kita sebagai jati diri bangsa saat ini?

Kalau kita lihat secara cermat, kondisi kebahasaan di Indonesia saat ini cukup memprihatinkan, terutama penggunaan bahasa Indonesia di tempat umum, seperti pada nama bangunan, pusat perbelanjaan, hotel dan restoran, serta kompleks perumahan, sudah mulai tergeser oleh bahasa asing, terutama bahasa Inggris. Tempat yang seharusnya menggunakan bahasa Indonesia itu mulai banyak yang menggunakan bahasa yang tidak lagi menunjukkan jati diri keindonesiaan. Akibatnya, wajah Indonesia menjadi tampak asing di mata masyarakatnya sendiri. Kondisi seperti itu harus kita sikapi dengan bijak agar kita tidak menjadi asing di negeri sendiri.

Di sisi lain, kita juga melihat sikap sebagian masyarakat yang tampaknya merasa lebih hebat, lebih bergengsi, jika dapat menyelipkan beberapa kata asing dalam berbahasa Indonesia, padahal kosakata asing yang digunakannya itu ada padanannya dalam bahasa Indonesia. Misalnya, sebagian masyarakat lebih suka menggunakan kata di-follow up-i, di-pending, meeting, dan on the way. Padahal, kita memiliki kata ditindaklanjuti untuk di-follow up-i, kata ditunda untuk di-pending, pertemuan atau rapat untuk meeting, dan sedang di jalan untuk on the way, lalu mengapa kita harus menggunakan kata asing? Sikap yang tidak “menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia itu, harus kita kikis karena kita harus mengutamakan penggunaan bahasa Indonesia sebagai simbol jati diri bangsa.

Terimakasih bagi yang sudah membaca semoga bermanfaat bagi kita semua.

Share

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*